Aku kembali, Ji
Ji, apa kabar? Sudah hampir tiga tahun kita tidak saling bertegur sapa. Rindukah padaku? Tanyaku suatu malam. “Aku rindu, tapi apa yang bisa aku lakukan? kau menghilang tanpa permisi”, jawabmu. “Maafkan aku Ji, maaf. Kepulanganku ke kampung halamanku ternyata membuatku menemukan dunia baru, orang-orang baru hingga aku lupa untuk datang mengunjungimu”. Aku hanya bisa menunduk, tak berani menatap bola matamu. Kau hanya tersenyum kecut. “Tak apa, aku paham. Kau sudah lama menginginkan kedamaian ini dan akhirnya kau menemukannya. Aku siapa hingga punya hak merusak itu semua, iya kan?” jawabmu sambil mengetukkan telunjukmu ke dagu. Kebiasaanmu setiap kali kau sedang merasa sedih. “Kau sudah menemukan dia?” tanyamu lagi. “Sudah Ji, dan aku sangat bahagia. Sekarang aku sudah menikah dan punya seorang putra yang sangat pintar dan lucu” “Seperti ibunya”, Jawabmu cepat. Aku hanya bisa tersenyum lebar. “Lalu kau, bagaimana? Apa yang ...